Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kebijakan pendidikan nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan lebih besar kepada sekolah, guru, dan siswa dalam menentukan arah pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.

Di Kabupaten Gresik, implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan di berbagai jenjang pendidikan — mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sekolah-sekolah diberikan pilihan untuk mengadopsi kurikulum ini secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing.

Prinsip Utama Kurikulum Merdeka

  • Pembelajaran Berpusat pada Siswa: Guru berperan sebagai fasilitator, bukan sekadar penyampai informasi.
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Siswa mengerjakan proyek berbasis tema untuk mengembangkan karakter dan kompetensi.
  • Fleksibilitas Konten: Sekolah dapat menyesuaikan sebagian isi pembelajaran dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.
  • Asesmen yang Bermakna: Penilaian tidak hanya berbasis ujian, tetapi juga mencakup portofolio, observasi, dan proyek.

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013

Aspek Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka
Struktur Mata Pelajaran Tematik terintegrasi (SD) Mata pelajaran terpisah + Projek P5
Jam Pelajaran Ditetapkan secara ketat Lebih fleksibel per fase
Penilaian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Asesmen formatif dan sumatif berbasis capaian
Buku Teks Buku K13 wajib Buku teks + sumber digital beragam

Fase Belajar dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka mengenal konsep Fase sebagai pengganti kelas. Berikut pembagiannya:

  1. Fase A — Kelas 1 dan 2 SD
  2. Fase B — Kelas 3 dan 4 SD
  3. Fase C — Kelas 5 dan 6 SD
  4. Fase D — Kelas 7, 8, dan 9 SMP
  5. Fase E — Kelas 10 SMA/SMK
  6. Fase F — Kelas 11 dan 12 SMA/SMK

Peran Buku Ajar Digital di Era Kurikulum Merdeka

Salah satu dukungan nyata implementasi Kurikulum Merdeka adalah tersedianya buku ajar digital melalui platform seperti SiBijak Gresik. Guru dan siswa dapat mengakses materi yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru, kapan saja dan di mana saja, tanpa bergantung pada buku cetak.

Buku ajar digital juga memungkinkan pembaruan konten yang lebih cepat mengikuti perubahan regulasi kurikulum, sehingga informasi yang diterima siswa selalu relevan dan mutakhir.

Langkah Selanjutnya untuk Sekolah di Gresik

Bagi sekolah yang belum sepenuhnya mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
  • Memanfaatkan platform Merdeka Mengajar untuk pengembangan kompetensi guru.
  • Mengakses buku ajar digital melalui SiBijak Gresik sebagai referensi utama.
  • Membentuk komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik.